Dimalam yang hitam ini Aku sendiri meringkuk memegang lutut Termenung aku di ambang lelah Menanti pagi yang segera mengetuk Malam ini begitu sunyi terasa Aku hanya sendiri memandang bulan Melihat bahwa di sana seseorang melihat bulan yang sama Meski nyata jarak memisah Malam ini begitu sunyi terasa Disini hanya ada sebilah rindu AviantiArmand Selalu ada langit tak berwarna dan perempuan yang menulis di bawah langit seperti itu. 15 Desember Lampu kristal itu menggantung tidak di tengah ruang. Cahayanya ragu. Di seberang meja, tanganmu yang pucat langsat memberi kode agar tirai-tirai dibuka. Aku beranjak, tapi kamu berbisik, "Tidak sekarang." Di luar, jalan-jalan bercabang seperti argumen yang membosankan. Kekagumanatas keberadaan sang kekasih, dinyatakan dengan puisi indah yang saling sahut menyahut. " Jika ada tempat paling liar di muka bumi maka itu adalah kemilau hitam pada bola matamu, ia mampu menelan malam juga kesedihan, dan menggantinya dengan bintang." Baca juga: Theo dan Weslly Tuliskan Kumpulan Puisi dalam Tempat Paling Liar di Muka Bumi Yangberkaca di atas langit yang hitam Sayang begitu sepi petang ini Tak ada suara-suara, tak ada cahaya Dalam kamar gelap ku sendiri menekuri Tentang kita , yang berjumpa lalu berpisah.. Sayang hujan telah turun di sini Membasuhi separuh petang yang mulai habis Di tepian heningnya malam, aku meringis Akuharus sungguh rela merapal mantra hujan Aku ingin langitku turun hujan agar airmataku bisa membanjiri sisi kerinduanku Atas nama kasih sayang, empati, simpati dan kehormatan diri Aku merapalnya dengan sungguh-sungguh Jauh didalam cangkang malam yang hitam Agar ketika hujan datang, tak ada yang melihat airmataku berwarna merah! Aku rela! Akumemandang uap itu naik sebentar lalu pergi dibawa angin Sungguh, aku berharap perasaanku ikut terbang dan hilang bersama uap itu Cerahnya sinar pagi ini ternyata tidak bisa menutupi gelapnya kehidupan Matahariku sudah tenggelam Meninggalkan lembaran-lembaran hidup yang kini berwarna hitam putih Pergi, memutuskan untuk menjadi senja selamanya Hutanku Hutan Besi. Berikut puisi karya Ananda Cahyo Wibowo yang dikutip dari Kumpulan Puisi Salam Terakhir oleh Anis Rohana, dkk. (2018). Jikalau hutan punya pohon, hutanku punya beton. Jikalau hutan ada burung, hutanku punya gedung. Jikalau kau tahu hutan punya hulu, kami tak ada hilir. KumpulanPuisi Alam Terbaik. Angin yang Beralih. Puisi Alam - Telaga di Tepi Desa. Pesona Alam Hijau. Puisi Alam - Mahameru. Angin Dan Kemegahannya. Puisi Alam - Cantikmu di Seberang Nusa. Derai Cemara Udang. Puisi Alam Pendek - Gersang. Entahkepada pendatang luar kota atau mereka yang telah lama menetap. Penjaja menawarkan jas hujan berwarna-warni, seperti kerlap lampu juga kerlip ragam bunyi bersahutan. Ia juga berarti puisi-puisi yang seorang gubah sebagai upaya mengabadikan waktu. Mengenakan kaos hitam, celana hitam melebihi lutut. Sekilas apa yang berharga darinya fH0hjM. Puisi hujan seringkali menjadi wadah bagi para penyair untuk mengungkapkan perasaan mereka tentang kehidupan, baik dalam bentuk kebahagiaan, kesedihan, harapan, kesunyian, atau bahkan kekuatan alam yang tak terbendung. Secara keseluruhan, puisi tentang hujan memberikan makna yang mendalam dan terkadang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Namun, keindahan, kesedihan, dan kekuatan alam yang terkandung dalam hujan mampu menginspirasi dan membuat banyak penyair menciptakan puisi yang menggugah perasaan pembaca. Daftar ISIContoh Puisi Hujan Berbagai Tema1. Kesuraman Hujan 2. Hari Saat Hujan 3. Hujan dan Misterinya4. Hujan Pertama5. Datangnya Hujan6. Hujan dan Kebebasan7. Hujan di Atas Atap8. Mandi di Musim Panas 9. Hujan Ciptaan-Nya10. Hujan dan Cinta11. Kenangan saat Hujan12. Bermain Hujan13. Hujan di Sore Hari14. Hujan Mengingatkan Diriku15. Pelangi Setelah Hujan16. Musim Hujan17. Nyanyian Hujan18. Guntur Saat Hujan19. Segarkan Pagi dengan HujanKamu Suka dengan Puisi Hujan yang Mana? Ada banyak tema yang bisa diangkat dalam puisi dalam mendeskripsikan hujan, mulai dari kebahagiaan hingga kesedihan atau dari ketenangan hingga kekuatan alam. Berikut adalah 19 puisi hujan dengan tema-tema menarik yang dapat menginspirasi dan membuat pembaca terpesona. 1. Kesuraman Hujan Puisi hujan ini menceritakan hujan yang datang dengan angin musim semi. Meskipun hujan ini membawa udara segar dan kehidupan baru, tapi hujan ini juga menunjukkan sisi negatifnya dengan menghancurkan bunga-bunga yang baru berkembang. Berikut adalah puisi yang berjudul “Kesuraman Hujan”. Hujan, hujan tengah malam, tidak ada yang lain selain hujan yang lebat Di gubuk yang suram ini, hanya ada aku dan kesendirianku Mengingatkan kembali bahwa aku akan mati Dan tidak akan lagi mendengar hujan atau berterima kasih padanya Karena telah membasuhku lebih bersih dari sebelumnya Sejak aku dilahirkan dalam kesendirian ini. Berbahagialah orang mati yang dihujani hujan Tapi di sini saya berdoa agar tidak ada orang yang pernah saya cintai Sekarat malam ini atau terbaring masih terjaga Menyendiri, mendengarkan hujan Entah dalam kesakitan atau dalam simpati Tak berdaya di antara yang hidup dan yang mati Seperti air dingin di antara alang-alang yang patah Berjuta-juta alang-alang yang patah, semuanya diam dan kaku Seperti saya yang tidak memiliki cinta yang tidak dilarutkan oleh hujan deras Tidak larut kecuali cinta akan kematian 2. Hari Saat Hujan Dalam puisi ini menggambarkan hujan sebagai sesuatu yang dapat menghancurkan kebahagiaan dan membuat kita merasa sedih. Meskipun hujan ini tidak diinginkan, puisi ini mengingatkan kita bahwa bahkan dalam kegelapan dan kesedihan, masih ada harapan. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Hari Saat Hujan”. Hari itu dingin, gelap, dan suram; Hujan turun, dan angin tidak pernah lelah; Pohon anggur masih menempel pada dinding yang lapuk, Tetapi pada setiap hembusan, daun-daun yang mati berguguran, Dan hari menjadi gelap dan suram. Hidupku dingin, gelap, dan suram; Hujan turun, dan angin tidak pernah lelah; Pikiranku masih melekat pada masa lalu yang membara, Tapi harapan masa muda jatuh tebal dalam ledakan, Dan hari-hari menjadi gelap dan suram. Diamlah, hai hati yang sedih! dan berhentilah bersedih; Di balik awan ada matahari yang masih bersinar; Nasibmu adalah nasib semua orang, Dalam setiap kehidupan pasti ada hujan yang turun, Beberapa hari pasti gelap dan suram. 3. Hujan dan Misterinya Puisi pendek ini menggambarkan hujan sebagai sesuatu yang misterius dan indah. Puisi ini menunjukkan bagaimana hujan dapat memperluas keajaiban alam dan membuat kita merasa kagum. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Hujan dan Misterinya”. Hujan adalah sebuah misteri, Sebuah teka-teki yang sulit dipecahkan, Sebuah rahasia yang masih belum diketahui, Sebuah teka-teki yang tak bisa dipecahkan. Dari mana asalnya? Bagaimana ia sampai di sana? Mengapa ia jatuh dari langit? Apa yang ingin dibagikan? Apakah itu air mata dari surga, Bahwa malaikat menangis untuk kita? Apakah itu hadiah dari para dewa, Sebuah berkah yang bisa kita percaya? Apakah itu berasal dari lautan, Sebuah pesan dari laut? Apakah itu tanda dari bumi, Sebuah simbol takdir? Apapun itu, Misteri hujan, Ini menyentuh jiwa dan hati kita, Dengan keajaiban dan menahan diri. Ia membersihkan bumi dan udara, Memelihara semua yang tumbuh, Ia membasuh rasa sakit kita, Dan mengisi kita dengan harapan dan cahaya. Jadi marilah kita menghargai hujan, Dan merangkul misterinya, Karena itu adalah hadiah dari atas, Sebuah berkah untuk dilihat semua orang. 4. Hujan Pertama Dalam puisi ini menggambarkan hujan pertama yang datang setelah musim panas yang panjang dan kering. Hujan ini membawa kesegaran dan perubahan bagi manusia dan alam. Berikut adalah bait puisi hujan tersebut. Hujan pertama mengingatkan diriku Tentang debu musim panas yang naik. Hujan tidak mengingat hujan di masa lalu. Setahun adalah waktu yang terlatih tanpa kenangan. Sebentar lagi kamu akan kembali mengenakan baju tebalmu, Indah dan bersulam, untuk menahan dingin Lalu kamu memasang kaus kaki agar tetap hangat. Musim panas kemarin Terlupakan dengan datangnya hujan Guntur menggeliat dalam dada bumi. Air memeluk pohon dengan lengan tak kasat mata. Awan mengguncang tetes-tetes air dari rambutnya. Dan, hujan bukanlah cinta untuk satu musim. 5. Datangnya Hujan Dalam puisi ini menggambarkan hujan sebagai sesuatu yang menyegarkan dan menyenangkan. Meskipun hujan ini dapat membuat kita merasa sedih dan kesepian, tapi hal ini mengingatkan kita bahwa hujan ini juga dapat membawa kebahagiaan. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Datangnya Hujan”. Aku mendengar daun-daun minum hujan; Aku mendengar daun-daun kaya di atas Memberi yang miskin di bawah Tetes demi tetes; Ini adalah suara yang manis untuk didengar Daun-daun hijau ini minum di dekatnya. Dan ketika matahari terbit, Setelah itu hujan akan berhenti, Cahaya yang menakjubkan akan memenuhi Setiap tetes yang gelap dan bulat; Saya berharap matahari bersinar terang; Akan menjadi pemandangan yang indah. 6. Hujan dan Kebebasan Puisi ini menggambarkan hujan yang turun di tengah kota dan mencuci segala sesuatu yang kotor. Puisi ini menggambarkan bagaimana hujan dapat membebaskan kita dari beban dan menjadikan kita lebih murni. Berikut ini adalah puisi hujan dengan judul “Hujan dan Kebebasan”. Dengan goresan tinta yang tebal, langit dipenuhi dengan hujan. Berpura-pura berlari mencari perlindungan tetapi diam-diam berdoa agar hujan turun lebih banyak. Di atas gema air, aku mendengar suara yang menyebut namaku. Tidak ada seorangpun di kota ini yang bergerak di bawah hujan yang tak terlihat. Halaman-halaman buku catatan saya basah, lalu menggulung. Aku telah menulis “Para yogi membuka mulut mereka berjam-jam untuk meminum air hujan.” Langit adalah semangkuk air berwarna gelap, membilas wajah Anda. Jendela bergetar; kaca-kaca yang cair bisa pecah menjadi hujan. Aku adalah mangkuk yang gelap, menunggu untuk diisi. Jika aku membuka mulutku sekarang, aku bisa tenggelam dalam hujan. Aku bergegas pulang seolah-olah ada seseorang yang menungguku. Malam runtuh ke dalam kulitmu. Akulah hujan. 7. Hujan di Atas Atap Puisi ini menggambarkan hujan yang jatuh di atas atap rumah dan suaranya yang menenangkan. Dalam puisi ini, penulis menggambarkan betapa hujan dapat membawa ketenangan dan kebahagiaan pada seseorang yang sedang merasa sedih atau gelisah. Berikut adalah puisi hujan tersebut. Ketika bayangan lembab melayang-layang Di atas semua bidang berbintang, Dan kegelapan yang melankolis Dengan lembut menangis dalam air mata hujan, Betapa senangnya menekan bantal Di atas tempat tidur kamar pondok, Dan untuk mendengarkan derai Dari hujan yang lembut di atas kepala! Setiap denting di atas sirap Memiliki gema di dalam hati; Dan seribu khayalan melamun Ke dalam kesibukan mulai, Dan seribu kenangan Menenun warna-warna cerah mereka menjadi gumpalan, Saat saya mendengarkan derai Dari hujan di atas atap. Sekarang dalam khayalan datanglah ibuku, Seperti dulu, bertahun-tahun lamanya, Untuk menilik para pemimpi kesayangannya, Sebelum dia meninggalkan mereka sampai fajar; Oh! Aku melihatnya membungkuk di atasku, Seperti aku menahan diri ini untuk terbangun Yang dimainkan di atas sirap Oleh derai hujan. Lalu adik perempuan kecilku, Dengan sayap dan rambutnya yang melambai, Dan saudara laki-laki bermata cerahnya Sepasang malaikat yang tenteram! Meluncur di sekitar bantal tidurku, Dengan pujian atau teguran ringan mereka, Saat ku dengarkan gumaman mereka Dari hujan yang lembut di atas atap. Dan yang lain datang untuk menggetarkanku Dengan matanya yang biru dan indah; Dan aku lupa, menatapnya, Bahwa hatinya tidak benar; Aku ingat tapi untuk mencintainya Dengan rasa senang yang tak tertahankan, Dan denyut jantungku yang cepat bergetar Dengan derai hujan. 8. Mandi di Musim Panas Puisi ini menggambarkan hujan yang datang tiba-tiba di tengah musim panas dan menghilangkan rasa panas yang menyengat. Dalam puisi ini, penulis menunjukkan bagaimana hujan dapat membawa kesegaran dan keindahan alam yang baru. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Mandi di Musim Panas”. Setetes air jatuh di pohon apel, Lainnya jatuh di atap; Setengah lusin mencium atap, Dan membuat atap rumah tertawa. Beberapa dari tetesan hujan pergi untuk membantu sungai, Dan yang lain pergi untuk membantu laut. Aku menduga, apakah tetesan hujan adalah mutiara? sungguh berharganya semua itu. Debu berganti dengan jalan yang terangkat, Burung-burung bernyanyi sambil bercanda; Sinar matahari membuang topinya, Pohon-pohon buah menggantung. Angin membawa kecapi yang sedih, Dan memandikan mereka dalam kegembiraan; Langit mengibarkan satu bendera, Dan menandai pesta itu berakhir. 9. Hujan Ciptaan-Nya Puisi ini menggambarkan keindahan, kesedihan, harapan, dan kekuatan alam yang terkandung dalam fenomena hujan. Puisi juga ini mengajarkan kita untuk merendahkan diri pada kebesaran penciptaan-Nya dan selalu percaya akan harapan di masa depan. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Hujan Ciptaan-Nya”. Hujan turun dari atas langit, Membawa aroma segar dari bumi yang terhidang, Membasahi tanah yang kering dan gersang, Menghidupkan kembali kehidupan yang hampir terlupakan. Tetes-tetes air yang jatuh dari langit, Seolah berbicara kepada manusia, Bahwa meski ada saat-saat yang kelam dan sunyi, Namun selalu ada harapan di masa depan yang cerah. Hujan membasahi segala yang ada, Membawa kebahagiaan bagi manusia yang merindukannya, Namun di saat yang sama, hujan juga mengingatkan kita, Akan kesepian dan kehilangan yang mungkin terjadi dalam hidup kita. Namun, di dalam hujan terkandung kekuatan alam yang tak terbendung, Sebuah kekuatan yang mengingatkan manusia akan besarnya penciptaan-Nya, Sebuah kekuatan yang membuat kita merasa kecil dihadapannya, Dan mengajarkan kita untuk selalu merendahkan diri pada-Nya. Hujan, sebuah fenomena alam yang begitu indah dan menginspirasi, Tak hanya sekedar tetesan air dari langit, Tetapi sebuah simbolisme yang dalam tentang kehidupan manusia, Yang mengajarkan kita untuk selalu percaya akan harapan di masa depan. 10. Hujan dan Cinta Puisi ini menggambarkan hujan sebagai simbolisme cinta yang terpendam dalam hati. Meski hujan seringkali dikaitkan dengan kesedihan, namun di dalam puisi ini hujan dijadikan sebagai ungkapan cinta yang membawa kebahagiaan dan kedamaian dalam hati. Berikut adalah puisi hujan yang berjudul “Hujan dan Cinta”. Hujan turun perlahan Membawa kenangan yang telah hilang Membasahi hati yang kering Memenuhi rindu yang terpendam Hujan datang membawa pesan Bahwa cinta yang terpendam takkan pernah usai Di dalam hati yang terhimpit rindu Hujan membawa kebahagiaan yang tak terkira Air hujan mengalir dan mengalir Seolah melambangkan perasaan yang tak pernah surut Membawa kelembutan dan kesejukan Menghapus luka dan kepedihan Hujan, sebuah ungkapan cinta Yang hadir tanpa pernah diundang Mengalir dalam derasnya rindu Menjadi pelipur lara dalam kehampaan hati Hujan dan cinta, mengalir dalam hati Takkan pernah surut seiring waktu Bersemi dalam keteduhan jiwa Menjadi kenangan yang takkan pernah terlupakan 11. Kenangan saat Hujan Puisi ini menggambarkan keindahan dan kehangatan kenangan di tengah-tengah hujan yang turun perlahan. Puisi ini juga mengajarkan kita untuk menghargai setiap kenangan yang kita miliki, karena didalamnya terkandung keindahan yang tak tergantikan. Berikut ini adalah puisi hujan berjudul “Hujan dan Kenangan”. Di sudut jendela, aku duduk bersandar Melihat hujan turun perlahan Membawa ingatan tentang masa lalu Saat kita bersama di hari yang sama Hujan yang turun mengingatkan aku Akan senyum manismu yang selalu menemaniku Dalam setiap tetes hujan yang jatuh Ada bayangan wajahmu yang tak pernah pudar Kita dulu berjalan di tengah hujan Saling berteduh di bawah payung kecil Tak peduli basah kuyup hingga ke tulang Kita tetap berjalan dengan ceria dan tawa Kenangan itu masih hidup dalam benakku Dalam hujan yang turun perlahan Aku merenungkan tentang cinta yang tumbuh Dalam pelukan hangat kita berdua Hujan masih turun perlahan Membawa kenangan yang tak pernah surut Aku tersenyum dan merasa beruntung Telah memiliki kenangan yang tak terlupakan denganmu 12. Bermain Hujan Puisi ini menggambarkan kebahagiaan dan kebebasan dalam bermain di tengah hujan yang turun lebat. Puisi ini juga mengajarkan kita untuk tidak takut dan berani mengambil resiko dalam menikmati setiap momen hidup. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Bermain Hujan”. Hujan turun dengan derasnya Membuatku tak sabar menanti Untuk keluar dan bermain hujan Merasakan tetesan air yang menyejukkan Aku mengenakan pakaian hujan Dan melompat-lompat ke hamparan rumput basah Menghirup udara segar dan menikmati keindahan Hujan turun begitu lebat, seperti selalu ada hujan Kulihat ke atas, air jatuh dari langit Dan membuatku merasa begitu kecil Tapi saat kulihat ke sekeliling Aku tak lagi merasa sendirian Anak-anak di sekitarku juga keluar Bermain hujan bersama-sama Saling berteriak dan tertawa Merasakan kebebasan dan kegembiraan Dalam setiap tetes air hujan yang jatuh Ada sebuah keajaiban yang tersimpan Mengajarkan kita untuk tak takut basah dan kotor Bermain hujan, merasakan keindahannya 13. Hujan di Sore Hari Hujan di sore hari memberikan kesan yang berbeda dibanding hujan di waktu-waktu lainnya. Puisi ini menggambarkan keindahan dan ketenangan yang muncul ketika hujan turun di sore hari. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Hujan di Sore Hari” Di sore hari yang kelam dan sunyi Hujan turun perlahan-lahan Membuat seisi kota menjadi redup Dan suasana pun menjadi sepi Kicauan burung terdengar redup Di balik gemercik hujan yang pelan Saat dedaunan basah mulai bergerak Dan aroma petrichor menyelimuti udara Sekilas hujan terlihat begitu sepi Namun ia begitu indah untuk dinikmati Membuat setiap detik menjadi tak terlupakan Dan setiap momen menjadi abadi 14. Hujan Mengingatkan Diriku Hujan yang turun mengingatkan sosok “aku” pada masa lalu yang telah terlewati. Puisi ini menggambarkan perjalanan hidup seseorang yang pada masa lalu pernah mengalami masa sulit dan gelap. Namun, hujan memberikan inspirasi untuk memulai hidup baru. Berikut ini adalah puisi hujan tersebut. Hujan yang turun di sore ini Mengingatkanku pada masa lalu yang telah terlewati Pada saat-saat ketika aku menangis Dan hujanlah yang menjadi temanku Gemercik hujan seakan memanggil namaku Mengajakku untuk melupakan masa lalu Dan memulai hidup yang baru Hujan mengingatkan diriku pada ketegaran Pada saat-saat ketika aku terpuruk dan lemah Ketika hujan adalah satu-satunya teman yang kumiliki Namun kini aku menyadari Bahwa hujan bukanlah satu-satunya teman yang kumiliki Aku punya teman dan keluarga yang selalu mendukungku 15. Pelangi Setelah Hujan Puisi ini menggambarkan bagaimana hujan dan pelangi saling melengkapi satu sama lain dalam memberikan makna hidup. Hujan memberi kesegaran dan ketenangan di saat dunia penuh dengan kekacauan, sementara pelangi memberikan harapan dan keindahan. Berikut adalah puisi hujan berjudul “Pelangi Setelah Hujan”. Hujan turun dari langit Membasahi bumi yang haus Membawa kesejukan dan ketenangan Di saat dunia penuh dengan kekacauan Namun ketika hujan berhenti Ada sesuatu yang indah terjadi Pelangi terbentang di atas kita Seakan memberi harapan pada hati yang resah Pelangi berwarna-warni Menyiratkan keindahan yang tak terkatakan Menghiasi langit dengan keanggunannya Menjadikan dunia lebih indah untuk dijalani Hujan dan pelangi, tak terpisahkan Keduanya memberikan arti yang berbeda Hujan membawa ketenangan dan kesegaran Sedangkan pelangi memberi harapan pada hati yang hancur Pelangi setelah hujan Mengajarkan kita tentang keindahan hidup Bahwa tak ada kesedihan yang tak berakhir Dan bahkan dalam kegelapan, masih ada sinar terang 16. Musim Hujan Puisi ini menggambarkan tentang keindahan musim hujan, di mana hujan turun dengan lembutnya membawa kesegaran dan kebahagiaan bagi alam dan makhluk hidup. Hujan juga mengingatkan kita akan keagungan Sang Pencipta yang memberikan karunia dalam hidup ini. Berikut ini adalah puisi hujan tersebut. Musim hujan datang dengan gemuruhnya Membawa kesejukan dan kesegaran yang sejati Suaranya yang menggelegar membangunkan bumi Menyadarkan kita akan keagungan Sang Pencipta Hujan turun dengan lembutnya Membasahi bumi yang haus akan kasih sayang Menghidupkan tumbuh-tumbuhan yang layu Memberi makanan bagi binatang yang lapar Setiap tetes hujan adalah kenangan Akan sebuah cinta yang mengalir dalam jiwa Mengingatkan kita akan keindahan alam Dan kebesaran Sang Pencipta yang terlalu besar Musim hujan bukanlah saat yang suram Namun ia adalah saat keindahan yang terukir abadi Dalam hati yang tenang, kita menyambutnya Dengan rasa syukur dan kebahagiaan yang tulus 17. Nyanyian Hujan Puisi ini menggambarkan tentang keindahan dan keteduhan yang terpancar dari hujan dan nyanyian yang dihasilkannya. Hujan dan suaranya mengajak kita untuk merenung, mengintrospeksi diri, dan merasakan kedekatan dengan Sang Pencipta. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Nyanyian Hujan”. Lagu hujan yang membasahi bumi Mengalun indah memenuhi jiwa Dalam hening yang penuh ketenangan Kita merasakan betapa suci dan murni Nyanyian hujan memenuhi alam Menjadi simbol keindahan yang abadi Mengajak kita untuk berdiam diri Dan merasakan kebesaran Sang Pencipta Dalam gemuruh hujan yang menggelegar Kita mendengar getaran yang dalam Mengajak kita untuk merenung dan introspeksi Merasakan kedekatan kita dengan Sang Pencipta Hujan yang turun membasahi bumi Membawa harapan bagi yang merindukan Menghilangkan dahaga di hati kita Dan membuka pintu keindahan yang baru 18. Guntur Saat Hujan Puisi ini menggambarkan keindahan dan kekuatan yang terpancar dari guntur dan hujan yang terjadi dalam alam. Guntur menggelegar dan hujan yang turun membawa kehidupan yang baru dan membersihkan segala debu dan kotoran dalam hidup kita. Berikut ini adalah puisi hujan yang berjudul “Guntur Saat Hujan”. Guntur menggema, hujan turun membasahi Kekuatan alam menyatu dalam gemuruh Menjelma dalam bentuk yang spektakuler Menggugah ketakjuban dalam jiwa yang merinding Dalam guntur yang menggelegar Kita merasakan kekuatan alam yang hebat Mengingatkan kita akan kebesaran Sang Pencipta Yang mampu mengatur segala hal di dunia Dalam hujan yang turun membasahi bumi Kita merasakan kekuatan kehidupan Membasuh segala debu dan kotoran Membawa kehidupan yang baru dalam kehampaan Guntur hujan mengajak kita untuk merenung Merasakan kekuatan yang luar biasa Mengingatkan kita akan keagungan Sang Pencipta Yang memelihara segala sesuatu dengan tangan-Nya 19. Segarkan Pagi dengan Hujan Puisi ini menggambarkan betapa hujan pagi yang menyejukkan dapat membawa kesegaran dan kedamaian pada pagi yang baru dimulai. Hujan pagi juga dapat memberikan kesan yang membuka kesadaran dan memulai hari dengan semangat yang lebih baik. Berikut ini isi puisi hujan berjudul “Segarkan Pagi dengan Hujan”. Hujan pagi yang menyejukkan Menyapa hari dengan basahnya Menyegarkan udara pagi yang lesu Menghapus rasa kantuk yang membuai Air hujan yang jatuh di atas dedaunan Membuat segarnya aroma di udara Menyentuh hati dan memulai harimu Menyegarkan pagi, membawa kedamaian Suara gemuruh hujan di jendela Menambah semangat di pagi hari Membuka kesadaran yang sempat terkunci Membuat hati lebih terbuka dan sejuk Hujan pagi yang menderas Membuat semangat dalam mengawali hari Menciptakan kenangan yang tak terlupakan Dengan segarnya udara pagi yang basah Kamu Suka dengan Puisi Hujan yang Mana? Dari 19 puisi hujan yang telah dibahas di artikel ini, dapat disimpulkan bahwa hujan adalah salah satu tema yang paling populer dalam dunia sastra. Tema hujan dalam puisi dapat mengekspresikan perasaan dan pemikiran tentang kehidupan manusia dan alam semesta. Pagi yang indah, di hari sebelum semuanya berubahHandphoneku bergetar dengan kerasSeolah tidak sabar untuk menyampaikan sebuah rinduKulirik, ada namamu terpampang di layarAndai kamu lihat senyumku saat ituCerah, bahkan langit pagi ini tak sanggup menandinginyaKamu selalu berkata padaku tentang bagaimana kamu menyukai hujanTentang bagaimana rintik-rintik itu berpacu menuruni jendela rumahmuDengan kita di dalamnyaAsik bersenda gurau diantara kopi yang mengepul panasPerlahan hanyut, dalam tatapan satu sama lainAku sungguh menikmati saat-saat ituNamun, diam-diam aku selalu merindukan matahariBagiku, matahari terbit menandakan muncul halaman baru yang siap diberi warnaTentu aku bersemangat, karena aku tau ada kamuYang menjadi warna penting dalam setiap lembar kehidupankuKehangatan pagi seperti inilah yang selalu aku rindukan setiap malamPagi ini dinginnya keterlaluanSeperti dinginnya sikapmu padakuSemenjak kamu memutuskan untuk pergi dari hidupkuMataku yang sayu menatap ke depan dengan kosongTak tahu mau kemana, tak tahu juga arah jalan pulangKopi yang ada di depanku nampak pula kedinginanKuaduk-aduk lagi dengan bimbangAkhirnya, keluar juga uap yang ditunggu-tungguAku memandang uap itu naik sebentar lalu pergi dibawa anginSungguh, aku berharap perasaanku ikut terbang dan hilang bersama uap ituCerahnya sinar pagi ini ternyata tidak bisa menutupi gelapnya kehidupanMatahariku sudah tenggelamMeninggalkan lembaran-lembaran hidup yang kini berwarna hitam putihPergi, memutuskan untuk menjadi senja selamanya IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Hujan siang ini telah menambah pedih lukaBelum juga kering luka lamaTelah tersiram hujan dengan deras Jahitan pun menjadi teretas Tertunda merapat kulit yang terkelupasTak ada peduli, semakin mempertegasDiri sudah memang tak pantas Setiap hujan telah menjadi lukaKetika hujan waktu itu bermulaTak berdaya melawan paksa 1 2 Mohon tunggu... Lihat Puisi Selengkapnya Beri Komentar Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!